Skip to main content

Posts

Penghuni Hutan Borneo

Recent posts

Sang Macan Asia Timur

  Macan Tutul Amur (Amur Leopard) adalah subspesies dari macan tutul yang biasanya tersebar di dataran Benua Afrika. Keunikan jenis macan tutul ini adalah adaptasinya yang memungkinkan mereka untuk tinggal di wilyah hutan-hutan beriklim subtropis dan sedang di wilayah paling Timur Russia dan di Timur China. Rambutnya lebih tebal dan lebih rapat agar dapat mempertahankan suhu tubuh dengan efisiensi lebih besar dan berburu dengan cara bersembunyi di pohon-pohon sebelum menyergap mangsanya. Sebagian besar dari mereka hidup secara solitari, artinya mereka berburu, istirahat dan makan sendiri tanpa bantuan macan tutul lainnya. Walaupun hidup sendiri sebagian besar hidupnya, beberapa jantan akan menetap bersama betinanya setelah kawin untuk membantu menjaga kelangsungan hidup anak mereka. Mereka dapat hidup hingga 10-15 tahun di alam dan biasanya mencapai umur 20 tahun di penangkaran. Status konservasi Macan Tutul Amur dalam keadaan kritis. Total dari mereka yang masih hidup hanya sekita...

Vaquita, Mammalia Laut Terlangka

Vaquita atau nama ilmiahnya Phocoena sinus   adalah sejenis mammalia laut yang tinggal di sekitar pantai-pantai California. Jumlah vaquita yang masih hidup hanya ada sekitar 6-22 ekor, sehingga para peneliti juga mulai kehilangan harapan untuk merestorasi jumlah mereka. Kebanyakan kematian vaquita adalah kehilangan makanan, habitat dan polusi air yang diakibatkan beragam aktivitas industrial manusia. Selain itu, banyak juga vaquita yang mati tenggelam akibat terjerat di jaring bawah air akibat kapal kapal nelayan. Vaquita rentan mati tenggelam karena mereka juga mammalia yang bernafas dengan paru-paru, sehingga karena tertahan jaring mereka tidak dapat naik ke permukaan untuk mengambil oksigen. Salah satu upaya utama restorasi vaquita adalah menangkap mereka dan merelokasi ke bagian laut yang dapat diawasi, karena vaquita tidak dapat hidup di penangkaran kecil maka upaya restorasi juga lumayan sulit.  

Nasib Badak Jawa

  Dari semua 5 spesies badak di dunia, Badak Jawa atau nama ilmiahnya Rhinoceros sondaicus  adalah yang paling dalam keadaan terancam punah. Jika kita totalkan jumlah seluruh badak jawa yang ada di habitat aslinya di Ujung Kulon, hanya tersisa 100 ekor yang masih hidup. Walaupun namanya badak jawa, tapi sebenarnya badak ini tersebar di berbagai negara di Asia Tenggara, bahkan dulu juga ada di Vietnam. Sayangnya, akibat perburuan untuk culanya yang dianggap "obat tradisional", badak jawa liar terakhir diluar Jawa mati pada tahun 2010. Upaya untuk merestorasi jumlah spesies badak jawa juga lumayan sulit karena masalah terbesarnya bukan perburuan manusia, melainkan hilangnya habitat untuk pertumbuhan dan perkembangbiakan mereka karena Pulau Jawa juga pulau di Indonesia dengan pertumbuhan tercepat. Salah satu upaya konservasi Badak Jawa adalah pembuatan Taman Nasional Ujung Kulon dimana badak jawa dapat diawasi jumlahnya dan juga dibantu pertumbuhannya.